jump to navigation

Dominasi Mei 13, 2008

Posted by rickypadang in curhat, dakwah.
trackback

Setiap rapat sebenarnya tidak ingin untuk mendominasi lebih banyak untuk diam, lebih banyak mendengar dan menerima. Tapi kondisi itu tidak terjadi dan tidak sesuai dengan harapan, ntah kenapa teman-teman yang lain pada pasif tidak memberikan argumen atau saran sama sekali biasanya socernya keluar (socer:solusi cerdas). Usulan yang saya tangkap banyak nuansa pasrah dengan kondisi sekarang, banyak bertahan ketimbang untuk mengampil keputusan yang pastinya akan ada resiko. Cari posisi aman dimana sedikit bekerja dan irit tenaga ketimbang untuk benar-benar berjuang memperbaiki kondisi. Atau mungkin karena tidak terjun dilapangan sehingga kondisi yang sebenarnya tidak tahu dan merasakan beratnya seperti apa.

Solusi ini diambil bukan untuk sensasi namun untuk memikirkan masa depan, agar persoalan dari tahun ke tahun atau persoalan itu-itu tidak terulang lagi. Kalau kita memang serius memperhatikan SDM. Karena jika pengurusan kedepan dipimpin oleh orang-orang baru yang sama sekali tidak pernah mengecap di sini, tentu akan mulai dari nol. Akan ada pembekalan khusus dan pendampingan yang kontinu dalam hal pewarisan nilai-nilai yang sudah terbangun selama ini. Akan lebih baik jika pemimpin adalah orang yang punya pengalaman di wasilah ini, akan lebih mudah bergerak dan punya gambaran dalam melewati tahapan-tahapan yang sudah dibangun.

Langkah yang diambil adalah kita merangkul semua elemen yang ada, mengundang mereka untuk mendapat informasi. Karena dari awal perjalan tidak terlepas dari mereka karena disitulah awal terjadi perumusan. Dan elemen itu punya bidang yang memang memperhatikan persoalan sdm, dan ditangani dengan serius.
Memberikan shock terapi agar ada lecutan bagi personel yang bermasalah, dan menanyakan komitmen untuk menjalankan amanah. Karena kalau tidak tegas maka kita akan berlalai dengan kondisi yang ada. Tidak mengoptimal potensi yang sebenarnya bisa kita dapatkan lebih dari selama ini.

Dan ini semua dikambalikan ke kita, apa solusi yang terbaik yang kita ambil…. Sekian (ungkapan)

Komentar»

No comments yet — be the first.